Posted by : Mega Tri Wahyu Muhamad
Kamis, 30 November 2017
MAKALAH SENI BUDAYA
Nama :
Mega Tri Wahyu Muhamad
Kelas :
XI TKJ1
Mata Pelajaran : Seni Budaya
BAB 1
PENDAHULUAN
I. Latar belakang
Seni rupa adalah sebuah
konsep atau nama untuk salah satu cabang seni yang bentuknya terdiri atas
unsure-unsur rupa yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna.
Unsur-unsur rupa tersebut tersusun menjadi satu dalam sebuah pola tertentu.
Bentuk karya seni rupa merupakan keseluruhan unsure-unsur rupa yang tersusun
dalam sebuah struktur atau komposisi yang bermakna.
Unsur-unsur rupa
tersebut bukan sekedar kumpulan atau akumulasi bagian-bagian yang tidak
bermakna, akan tetapi dibuat sesuai dengan prinsip tertentu. Makna bentuk karya
seni rupa tidak ditentukan oleh banyak atau sedikitnya unsur-unsur yang
membentuknya, tetapi dari sifat struktur itu sendiri. Dengan kata lain,
kualitas keseluruhan sebuah karya seni lebih penting dari jumlah
bagian-bagiaannya.
Karya seni rupa dapat dibagi menjadi dua
yaitu : karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Karya
seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi
panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang
saja. Contohnya: seni lukis, seni grafis, seni ilustrasi, relief dan
sebagainya.
Karya seni rupa tiga
dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi
atau karya yang memiliki volum dan menempati ruang. Contoh : seni patung, seni
kriya, seni arsitektur dan berbagai desain produk.
Seni rupa jika dilihat
dari segi fungsinya, dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu: Seni murni (Fine
art) dan seni pakai/terapan (Applied art). Seni murni adalah karya seni rupa
yang dibuat semata-mata untuk memenuhi kebutuhan artistik. Fungsi seni murni
yaitu sebagai sarana untuk mengekspresikan cita rasa estetik. Yang tergolong
dalam seni rupa murni yaitu : Seni lukis, seni patung, seni grafis dan sebagian
seni kerajinan. Seni terapan adalah karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi
kebutuhan praktis. Contoh seni rupa terapan yaitu: Arsitektur, poster, keramik,
baju, sepatu dan lain-lain.
II. Rumusan masalah
1. Apa pengertian seni
rupa?
2. Apa saja macam-macam
seni rupa?
3. Apa pengertian seni
lukis?
4. Bagaimana sejarah seni
lukis di Indonesia?
5. Apa saja aliran-aliran
seni lukis?
III. Tujuan
a. Untuk mengetahui
pengertian seni rupa.
b. Untuk mengetahuai apa
saja macam-macam seni rupa.
c. Untuk mengetahui
pengertian seni lukis.
d. Untuk mengetahui sejarah
seni Lukis di Indonesia.
e. Untuk mengetahui apa
saja aliran-aliran seni lukis.
IV. Manfaat
Manfaat dalam penulisan
makalah ini yaitu untuk memperluas wawasan pembaca mengenai seni rupa, ragam
jenisnya terutama di bidang seni lukis, agar dapat mengembangkan minat dan
bakat dalam bidang tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Seni Rupa
Seni rupa adalah sebuah
konsep atau namauntuk salah satu cabang seni yang bentuknya terdiri atas
unsur-unsur rupa yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna.
Unsur-unsur rupa tersebut tersusun menjadi satu dalam sebuah pola tertentu.
Bentuk karya merupakan
keseluruhan unsur-unsur rupa y6ang tersusun dalam sebuah struktur atau
komposisi yang bermakna. Unsur-unsur rupa tersebut bukan sekedar kumpulan atau
akumulasi bagian-bagian yang tidak bermakna, akan tetapi dibuat sesuai dengan
prinsip tertentu. Makana bentuk karya seni rupa tidak ditentukan oleh banyak
atau sedikitnya unsur-unsur yang membentuknya, tetapi dari sifat struktur itu
sendiri. Dengan kata lain kualitas keseluruhan sebuah karya seni lebih penting
dari jumlah bagian-bagiannya.
Karya seni rupa dapat
dibagi menjadi dua yaitu : karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga
dimensi. Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki
dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah
pandang saja.
B. Macam-macam Seni Rupa
Beberapa macam seni rupa sebagai berikut :
1. Seni rupa murni
· Seni lukis adalah salah
satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis
adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah
kegiatan mengolah medium 2 dimensi atau permukaan dari
obyek 3
dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja,
kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai
media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa
memberikan imajinasi tertentu kepada media yang digunakan.
· Seni grafis adalah
cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan tekhnik cetak,
biasanya diatas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya
mampu menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah baanyak, ini yang
disebut sebagai proses cetak. Tiap salinan karya dikenal
sebagai ‘Impression’.
Lukisan atau drawing di sisi lain, menciptakan karya seni orisinil yang unik.
Cetakkan diciptakan dari permukaan sebuah bahan, secara teknis
disebut dengan Matrix.
Matrix yang umum digunakan adalah : plat
logam, biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa : batu digunakan
untuk litografi : papan kayu untuk Woodcut/cukil kayu.
· Seni patung adalah
cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud 3 dimensi. Biasanya, diciptakan
dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting
(dengan cetakan).
· Seni instalasi
(installation pemasangan) adalah seni yang memasang, menyatukan, dan
mengkrontuksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks
kesadaran makna tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan
social-politik dan hal lain yang bersifat kontemporer diangkat dalam
konsep seni instalasi ini. Seni instalasi dalam konteks visual merupakan
perupaan yang menyajikan visual tiga dimensional yang memhitungkan
elemen-elemen ruang, waktu, suara, cahaya, gerak dan interaksi spectator
(pengunjung pameran) sebagai konsepsi akhir dari olah rupa.
· Seni pertunjukan
(performance art) adalah karya seni yang melibatkan aksi individu atau kelompok
di tempat dan waktu tertentu. Performance biasanya melibatkan 4 unsur : waktu,
ruang, tubuh si senimandan hubungan seniman dengan penonton. Meskipun seni
performance bias juga dikatakan termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan seni
mainstream seperti : teater, tari, music dan sirkus, tapi biasanya
kegiatan-kegiatan seni tersebut pada umumnys lebih dikenal dengan istilah seni
pertunjukan (performing art). Seni performance adalah istilah yang biasanya
mengacu pada seni konseptual atau aviant garde yang tumbuh dari seni rupa dan
kini mulai beralih kearah seni kontemporer.
· Seni keramik adalah
cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat karya seni dari
yang bersifat tradisional sampai kontemporer. Selain itu dibedakan pula
kegiatan kriya keramik berdasarkan prinsip fungsionalitas dan
produksinya. Venus of dolni vestonice adalah karya keramik
tertua yang pernah ditemukan.
2. Desain
· Arsitektur adalah seni
dan ilmu dlam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur
mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari
level macro yaitu: perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap
hingga ke level micro yaitu: desain bangunan, desain perabot dan desain produk.
Aritektur juga merujuk kepada hasil-hasil perancangan tersebut.
· Desain grafis adalah suatu
bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi
atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar
karena merupakan hasil abstraksi yang bias dibunyikan.Desain grafis diterapkan
dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain
grafis juga dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk
yang dihasilkan (rancangan), ataupun disiplin ilmu yang digunakan (desain).
Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual,
termasuk di dalamnya: tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar dan
tata letak.
· Desain industry
(industrial design) adalah seni terapan dimana estetika dan usability
(kemudahan dalam menggunakan suatu barang disempurnakan). Desain industry
menghasilkan kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau
warna atau garis dan warna atau gabungannya, yang berbentuk 3 atau dimensi,
yang memberi kesan estetis, dapat dipakai untuk menghasilkan produk, barang,
komoditas industry atau kerajinan tangan. Desain industry dilindungi hak
ciptanya oleh pemerintah melalui UU no. 31 tahun 2000 tentang desain industry.
Jangka waktu perlindungan untuk desain industry adalah 10 tahun.
C. Pengertian Seni Lukis
Seni lukis adalah salah
satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis
adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah
kegiatan mengolah medium data 2 Dimensi atau permukaan dari objek 3 dimensi
untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bias berbentuk apa saja, seperti
kanvas, kertas , papan, bahkan film di dalam fotografi bias dianggap sebagai
media lukisan. Alat yang digunakan juga bias bermacam-macam , dengan syarat
bias memberikan imajinasi tertentu kepada media yang digunakan.
D. Sejarah Seni Lukis di
Indonesia
Seni
lukis modern dimulai dengan masuknya penjajahan di Indonesia. Kecenderungan
seni rupa pada zaman itu ke aliran membuat banyak pelukis Indonesia ikut
mengembangkan aliran ini.
Raden saleh adalah salah
seorang asisten yang cukup beruntung bias mempelajari melukis gaya Eropa yang
diperaktekkan pelukis Belanda. Raden saleh kemudian melanjutkan belajar melukis
ke Belanda sehingga berhasil menjadi seorang pelukis Indonesia yang disegani dan
menjadi pelukis istana di beberapa Negara Eropa. Era revolusi di Indonesia
membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi
cenderung kearah “kerakyatan”.
E. Aliran-aliran Seni Lukis
1. Aliran Neo klasik
Lukisan ini tidak
digunakan untuk kenikmatan, melainkan untuk mendidik, menanamkan kesadaran
anggota masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap Negara. J.i david merupakan
pelopor aliran neo klasik.
Ciri-ciri lukisan neo-klasik :
a. Lukisan terikat pada
norma-norma intelektual akademis.
b. Bentuk selalu seimbang
dan harmonis.
c. Batasan-batasan warna
bersifat bersih dan statis.
d. Raut muka tenang dan
berkesan agung.
e. Berisi cerita lingkungan
istana.
f. Cenderung
dilebih-lebihkan.
Tokoh penerus J.I.David dalam neo klasik
adalah JEAN AUGUAST DOMINIQUE INGRES (!780-1867)
2. Aliran Romantik
Aliran romantik
merupakan pemberontakan terhadap aliran Neo klasik, dimana Jean Jacques rousseau mengajak
kembali pada alam, sebagai manusia yang tidak hanya memiliki pikiran tetapi
juga memiliki perasaan dan emosi.
Ciri-ciri aliran romantik :
a. Lukisan mengandung
cerita yang dahsyat dan emosional.
b. Penuh gerak dan dinamis.
c. Warna bersifat kontras
dan meriah.
d. Pengaturan komposisi
dinamis.
e. Mengandung kegetiran dan
menyentuh perasaan.
f. Kedahsyatan melebihi
kenyataan.
Tokoh-tokohnya antara lain:
1) Eugene Delacroix
2) Theodore Gericault
3) Jean Baptiste
4) Jean Francois Millet.
3. Aliran Realisme
Aliran realisme
merupakan aliran yang memandang dunia tanpa ilusi, mereka menggunakan
penghayatan untuk menemukan dunia. Tokoh: Jean Francois Millet dan Honore
Daunier.
4. Aliran Naturalisme
Aliran Naturalisme
adalah aliran yang mencintai dan memuja alam dengan segenap isinya. Tokohnya
antara lain John Constable, William hogart, Frans Hall.
5. Aliran Impresionis
Aliran Impresionis
sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, karena melukis dilakukan diluar studio.
Lukisan impresionis biasanya tidak mempunyai kontur yang jelas dan Nampak hanya
efek-efek warna yang membentuk wujud tertentu.
Tokohnya antara lain :
1) Eduard Manet
2) Claude Monet
3) Auguste Renoir
4) Edward Degas
5) Mary Casat
6. Aliran Ekspresionisme
Ekspresinisme merupakan
aliran yang melukiskan aktualitas yang sudah didistorsikan kearah suasana
kesedihan, kekerasan ataupun tekanab batin. Pelopornya adalah Vincent Van Gogh,
Paul Klee, Emile Nolde, W.kandisky, dan Edvard Munch.
7. Aliran Faufisme
Aliran
Faufisme sangat mengagungkan kebebasan berekspresi sehingga banyak objek yang
dibuat kontras dengan aslinya. Tokoh-tokohnya antara lain :Hendry Matisse,
Andre derain, Maure de Vlaminc.
8. Aliran Kubisme
Aliran
kubisme dilatarbelakangi oleh konsep Paul Cezanne yang mengatakan bahwa bentuk
dasar dari segala bentuk adalah silinder, bola, balok, dan semua bentuk yang
ada di dalam sipengaruhi oleh perspektif, sehingga bidang tertuju pada satu
titik tengah. Tokohmya : Picasse dan Paul Cezanne.
9. Aliran Abstraksionisme
Aliran
Abstraksionisme adalah aliran yang berusaha melepaskan diri dari
sensasi-sensasi atau asosiatif figurative suatu objek. Tokohnya adalah Wassily
kadinsky, Naum Goba.
10. Aliran Futuris
Aliran
Futuris cenderung menggambarkan kesibukan-kesibukan seperti : Pesta
arak-arakan, pesta dan lain-lain.
Tokohnya Carlo Carra , Buido Severini,
Umbirto Boccioni dan F.T Mari neti.
11. Aliran Dadaisme
Aliran
Dadaisme mempunyai sikap memerdekakan diri dari hukum seni yang berlaku.
Tokohnya: Paul kree, scwitters tritan tzrara, maron janco dll.
BAB III
PENUTUP
I. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan
yang telah dilakukan , maka kita dapat mengetahui bahwa Seni rupa adalah sebuah
konsep atau nama untuk salah satu cabang seni yang bentuknya terdiri atas
unsure-unsur rupa yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna. Karya
seni rupa dapat dibagi menjadi dua yaitu : karya seni rupa dua dimensi dan
karya seni rupa tiga dimensi. Berdasarkan fungsinya dibagi menjadi 2 pula yaitu
seni murni dan seni pakai/terapan.
II. Saran
Jangan hanya terfokus
dengan hal-hal yang sudah dilakukan. Carilah Inspirasi yang baru demi kemajuan
karya seni di Indonesia khususnya seni lukis. Pemerintah juga harus mendukung
dan memfasilitasi berbagai keggiatan seni agar masyarakat lebih inspiratif.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/seni_rupa