Posted by : Mega Tri Wahyu Muhamad
Kamis, 30 November 2017
SISTEM OPERASI JARINGAN
Jenis jenis sistem operasi jaringan
Pengertian
sistem operasi
Sistem
operasi (OS) adalah komponen pengolah piranti linak dasar (essential component)
tersistem sebagai pengolah sumber daya perangkat keras (hardware), dan menyediakan
layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak (software)
Fungsi
sistem operasi
-Manajemen
perangkat keras (pengendalian akses terhadap berbagai perangkat keras yang
terhubung ke jaringan)
-Manajemen
file dan folder (pengelolaan file dan folder)
-Manajemen
interaksi user (penyediaan user interface sebagai jembatan antara user dan
perangkat keras komputer). Terdapat dua jenis interface yang dapat digunakan
untuk berinteraksi dengan user,yakni;
Ø Command line
interface (CLI)
untuk dikerjakan oleh
komputer. Interaksi user dengan sistem dilakukan dengan mengetikan serangkaian
kalimat perintah
Ø Graphical
user interface (GUI)
Disini interaksi user
dilakukan melalui sekumpulan menu dan icon yang dapat dipilih oleh user untuk
memberikan berbagai perintah ke komputer.
-Manajemen aplikasi (pengelolaan aplikasi
user)
Fungsi manajemen pada
aplikasi user ini dapat meliputi;
-install,
proses penempatan file-file program pada sistem komputer termasuk konfigurasi
program komputer.
-uninstall,
proses untuk menghapus file-file program beserta konfigurasi dari komputer.
-update/upgrade, proses untuk memperbarui file-file
dari program yang telah terinstall.
Selain memiliki
fungsi-fungsi manajemen diatas, sistem operasi modern juga dapat memiliki
kemampuan sebagai berikut:
-Multi-user _
dua atau lebih user dapat bekerja sama untuk saling berbagi pakai penggunaan
aplikasi dan sumber daya seperti printer pada waktu yang bersamaan.
-Multi-tasking _
sistem operasi dapat menjalankan lebih dari satu aplikasi user.
-Multi-processing _ sistem operasi dapat menggunakan lebih dari satu CPU (Central
processing unit).
Multi-threading _ setiap program dapat dipecah
kedalam thread-thread untuk dapat dijalankan secara terpisah (paralel) oleh
sistem operasi. Kemampuan ini juga termasuk bagian dari multitasking pada
aplikasi.
Sistem Operasi
32-bit dan 64-bit
Terdapat dua perbedaan
antara sistem operasi 32-bit dan 64-bit.
-Sistem operasi 32-bit
hanya mampu menerima RAM maksimal 4 GB, sedangkan sistem operasi 64-bit mampu
menggunakan lebih dari 128 GB RAM.
-Manajemen memori dari
sistem operasi 64-bit juga lebih baik, sehingga mampu menjalankan proses pada
aplikasi lebih cepat.
Windows, ubuntu, dan
openSuSE merupakan beberapa contoh sistem operasi yang mendukung arsitektur
32-bit.
Dilihat dari penggunaannyn
sistem operasi dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yakni;
-Sistem operasi desktop, yang banyak digunakan dikantor kantor, small
office/home office (SOHO), dengan jumlah user yang sedikit.
Sistem operasi desktop
memiliki karakteristik sbb;
-Mendukung penggunaan oleh
satu orang user-berbagi file dan folder dalan jaringan kecil dengan keamanan
minimal saat ini di pasar, sostem operasi desktop yang paling banyak digunakan
terbagi ke dalam tiga kelompok besar, yakni Microsoft Windows, Apple Mac Os, dan UNIX/Linux
-Sistem operaasi jaringan, Network Operating System (NOS), didesain untuk dapat
melayani user dalam jumlah besar untuk berbagai keperluan dan banyak digunakan
pada perusahaan berskala besar.
Sistem operasi jaringan
memiliki karakteristik sbb;
-Mendukung penggunaan oleh
lebih dari satu user
-Menjalankan aplikasi yang
mampu digunakan oleh lebih dari satu user
-Stabil (robust), dimana
kecil kemungkinan untuk terdapat error pada program.
Robustness adalah istilah
untuk menunjukan kemampuan suatu sistem komputer masalah yang terjadi selama
digunakan oleh user.
-memiliki tingkat keamana
data yang lebih tinggi dari sistem operasi desktop.
Berikut ini adalah sistem
operasi jaringan yang banyak digunakan saat ini.
-UNIX/Linux, ini
merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan sebagai server saat ini,
contoh sistem operasi jaringan dengan linux diantaranya adalah red hat,
caldera, SuSE, debian, fedora, ubuntu, dan slackware.
-Novell netware, ditahun 1980-an, ini merupakan sistem operasi pertama yang memenuhu
semua persyaratan untuk membangun sebuah jaringan lokal.
-Microsoft Windows, masih dari perusahaan yang sama, microsoft juga mengeluarkan windows
server sebagai sistem operasi jaringannya, mulai dari versi awalnya adalah
windows server 2000, hingga yang terakhir windows server 2012.
Open Source dan
Proprietary Software
Open
Source Software merupakan
Sedangkan Proprietary Software merupakan
KELEBIHAN OPEN SOURCE
·
Aplikasi dapat digandakan
·
Dukungan ditangani oleh perusahan atau komunitas
·
Jumlah user tak terbatas
·
Kode sumber program terbuka, isinya dapat
dilihat, dipelajari, dimodifikasi
·
Lisensi gratis
KELEMAHAN OPEN SOURCE
·
Interface terkadang tidak user friendly
·
Kompabilitas hardware tidak terjamin
·
Masih terus dalam pengembangan dan penyempurnaan
KELEBIHAN CLOSE SPURCE
·
Aplikasi tidak boleh digandakan
·
Support ditangani oleh perusahaan pembuat
·
Jumlah user terbatas sesuai lisensi
·
Kode sumber tertutup, tidak dapat diketahui
·
Lisensi berbayar
KELEMAHAN CLOSE SOURCE
·
Beda versi terkadang juga beda lisensi sehingga
harus mengeluarkan biaya kembali
·
Harga lisensi mahal, bahkan terkadang dapat
melampaui harga komputer itu sendiri
·
Jika pembuat software bangkrut, maka nasib
layanan tidak jelas
·
Kode sumber tertutup sehingga memungkinkan
adanya trojan dalam program
·
Tidak dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan